Minggu, 06 Desember 2015

KEPUASAN YANG KUDAPAT DARI SUPIRKU


Ceritaku ini berlangsung waktu saya masih tetap berusia 19 th. di mana saya msih SMA, rambutku yang dahulu pernah panjang namun di th. ini saya potong hingga sebahu serta saya semir warna merah, di sekolah saya termasuk juga incaran beberapa cowok lantaran badanku yang seksi serta buah dadaku disebut agak besar ditambah kulit yang putih serta cantik tentu. 


Saya kenal sex dari pacarku yang pertama dia memanglah hypersex serta saya turut dalam pergaulannya tidak lama kita putus, Dari pengalaman itu seolah bakal membuatku haussex serta mau coba hal baru dalam sex yang lebih ramai, saya pernah berpacaran sekian kali pada akhirnya berbuntut ke ranjang, serta yang ku kehendaki saat ini yaitu orang yang dapat bikin tidak berkutik diranjang. “Cerita Seks Paling baru”
Saat itu saya belum diperbolehkan untuk membawa mobil sendiri, jadi untuk kepentingan itu orang tuaku mempekerjakaan Bang Toha juga sebagai sopir pribadi keluarga kami merangkap pembantu. Dia berumur seputar 30-an serta memiliki tubuh yang tinggi besar dan diisi, kulitnya kehitam-hitaman lantaran kerap bekerja dibawah sinar matahari (dia dahulu bekerja juga sebagai sopir truk di pelabuhan).
Saya kerap memergokinya tengah mencermati bentuk badanku, memanglah sih saya kerap menggunakan pakaian yang minim dirumah lantaran panasnya iklim di kotaku. Saat mengantar jemputku juga dia kerap mencuri-curi pandang lihat ke pahaku dengan rok seragam abu-abu yang mini.
Begitupun saya, saya kerap memikirkan bagaimanakah apabila saya disenggamai olehnya, seperti apa terasa apabila batangnya yang pasti kekar seperti badannya itu mengaduk-aduk kewanitaanku. Namun saat itu saya belum seberani saat ini, saya masih tetap ragu-ragu pikirkan ketidaksamaan cachet di antara kami. “Cerita Seks Paling baru”
Obsesiku yang menggelora untuk rasakan ML dengannya pada akhirnya betul-betul terwujud dengan gagasan yang kusiapkan dengan masak. Hari itu saya baru bubaran jam 3 lantaran ada ekstra kurikuler, saya menuju ke tempat parkir di mana Bang Toha telah menanti.
Saya berpura-pura tak enak tubuh serta menyuruhnya cepat-cepat pulang. Di mobil, sandaran kursi kuturunkan supaya dapat berbaring, badanku kubaringkan sembari memejamkan mata. Begitupun kusuruh dia supaya tak menyalakan AC dengan argumen tubuhku lebih tak enak, juga sebagai ubahnya saya buka dua kancing atasku hingga bra kuningku sedikit tersembul serta itu cukup menarik perhatiannya.
“Non tidak apa-apa kan? Sabar ya, bentar lagi hingga kok” hiburnya. “Cerita Seks Paling baru”
Saat itu dirumah tengah tak ada siapa-siapa, ke-2 orang tuaku seperti umum pulang malam, jadi cuma ada kami berdua. Sesudah memasukkan mobil serta mengunci pagar saya memintanya untuk memapahku ke kamarku di lantai dua.
Di kamar, dibaringkannya badanku di ranjang. Saat dia ingin keluar saya menghindarnya serta menyuruhnya memijat kepalaku. Dia terlihat tegang serta berulang-kali menelan ludah lihat posisi tidurku itu serta dadaku yang putih agak menyembul lantaran kancing atasnya telah terbuka, terlebih saat kutekuk kaki kananku hingga kontan paha mulus serta CD-ku terungkap.
Meskipun memijat kepalaku, tetapi matanya selalu terukur pada pahaku yang terungkap. Lantaran terus menerus disajikan panorama seperti itu ditambah lagi dengan geliat badanku, pada akhirnya dia tak tahan lagi memegang pahaku. Tangannya yang kasar itu mengelusi pahaku serta merayap semakin dalam sampai menggosok-gosok kemaluanku dari luar celana dalamku.
“Sshh.. Bang” desahku dengan agak gemetar saat jarinya menghimpit sisi tengah kemaluanku yang masih tetap terbungkus celana dalam.
“Tenang Non.. saya telah dari dahulu kesengsem sama Non, terlebih bila ngeliat Non pakai pakaian berolahraga, duh lebih tidak kuat Abang ngeliatnya juga” tuturnya merayu sembari selalu mengelusi sisi pangkal pahaku dengan jarinya. 


Toha mulai menjilati pahaku yang putih mulus, kepalanya masuk ke rok abu-abuku, jilatannya perlahan mulai menyebar menuju ke tengah. Saya cuma bisa mencengkram sprei serta kepala Toha yang terselubung rokku waktu kurasakan lidahnya yang tidak tipis serta kasar itu menyusup ke tepi celana dalamku lantas menyentuh bibir vaginaku.
Tidak cuma bibir vaginaku yang dijilatinya, namun lidahnya juga masuk ke liang vaginaku, terasa wuiihh.. tidak karuan, geli-geli enak seperti ingin pipis. Tangannya yang selalu mengelus paha serta pantatku mempercepat naiknya libidoku, terlebih mulai sejak sejak sekian hari paling akhir ini saya belum mengerjakannya lagi.
Tidak lama kemudian, Toha menarik kepalanya keluar dari rokku, berbarengan dengan itu juga celana dalamku turut ditarik terlepas olehnya. Matanya seperti ingin copot lihat kewanitaanku yang telah tak tertutup apa-apa lagi dari balik rokku yang terungkap.
Dia dekap badanku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai permukaannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Sesaat tangan yang satunya mulai naik ke payudaraku, darahku semakin bergolak saat telapak tangannya yang kasar itu menyusup ke balik bra-ku lalu meremas daging kenyal di baliknya.
“Non, teteknya bagus sangat.. sama bagusnya kaya memeknya, Non geram gak saya giniin? ” tanyanya dekat telingaku hingga deru nafasnya terasanya menggelitik. “Cerita Seks Paling baru”
Saya cuma menggelengkan kepalaku serta meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Toha yang terasa memperoleh restu dariku jadi makin buas, jari-jarinya saat ini tidak cuma mengelus kemaluanku namun juga mulai mengorek-ngoreknya, cup bra-ku yang samping kanan di turunkannya hingga dia bisa lihat terang payudaraku dengan putingnya yang mungil.
Saya rasakan benda keras dibalik celananya yang digesek-gesek pada pantatku. Toha terlihat sangatlah bernafsu lihat payudaraku yang montok itu, tangannya meremas-remas serta kadang-kadang memilin-milin putingnya.
Remasannya makin kasar serta mulai mencapai yang kiri sesudah dia pelorotkan cup-nya. Saat dia menciumi leher jenjangku merasa olehku nafasnya juga telah memburu, bulu kudukku merinding saat lidahnya menyapu kulit leherku dibarengi cupangan.
Saya cuma dapat meresponnya dengan mendesah serta merintih, bahkan juga menjerit pendek saat remasannya pada dadaku mengencang atau jarinya mengebor kemaluanku lebih dalam. Cupanganya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berbentuk air liur serta sisa gigitan di permukaan kulit yang dilewati. Bibirnya pada akhirnya bersua dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas.
Awal mulanya saya hindari di cium olehnya lantaran Toha perokok jadi bau nafasnya tak enak, tetapi dia bergerak lebih cepat serta sukses melumat bibirku. Lama-lama mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langit-langit mulutku serta menggelikitik lidahku dengan lidahnya hingga lidahku juga ikut beradu dengannya. “Cerita Seks Paling baru”
Kami larut dalam birahi hingga bau mulutnya itu seakan-akan hilang, terlebih saat ini saya lebih berani memainkan lidahku didalam mulutnya. Sesudah senang berrciuman, Toha melepas dekapannya serta melepas ikat pinggang usangnya, lantas buka celana tersebut kolornya.
Jadi menyembullah kemaluannya yang telah menegang daritadi. Saya lihat takjub pada benda itu yang demikian besar serta berurat, warnanya hitam juga. Tambah lebih menggairahkan di banding punya rekan-rekan SMA
ku yang pernah ML denganku. Dengan terus menggunakan kaos berkerahnya, dia berlutut di samping kepalaku serta memintaku mengelusi senjatanya itu. Akupun pelan-pelan mencapai benda itu, ya ampun tanganku yang mungil tidak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya.
“Ayo Non, emutin kontol saya ini dong, pasti yahud terasa jika diemut sama Non” tuturnya.
Kubimbing penis dalam genggamanku ke mulutku yang mungil serta merah, uuhh.. sulit sekali memasukkannya lantaran ukurannya. Sepintas tercium bau keringat dari penisnya hingga saya mesti menahan nafas juga merasa asin saat lidahku menyentuh kepalanya, tetapi saya selalu memasukkan lebih dalam ke mulutku lantas mulai memaju-mundurkan kepalaku. Terkecuali menyepong tanganku ikut aktif mengocok maupun memijati buah pelirnya.
“Uaahh.. uueennakk banget, Non telah pengalaman yah” ceracaunya nikmati seponganku, sesaat tangannya yang bercokol di payudaraku tengah asik memelintir serta memencet putingku.
Sesudah melalui 15 menitan dia melepas penisnya dari mulutku, kelihatannya dia tidak ingin cepat-cepat orgasme saat sebelum permainan yang lebih dalam. Akupun terasa lebih lega lantaran mulutku telah pegal serta bisa kembali hirup hawa fresh. 




Dia berpindah posisi di antara kedua belah pahaku dengan penis terarah ke vaginaku. Bibir vaginaku disibakkannya sehingga mengganga lebar siap dimasuki dan tangan yang satunya membimbing penisnya menuju sasaran.
“Tahan yah Non, mungkin bakal sakit sedikit, tapi kesananya pasti ueenak tenan” katanya.
Penisnya yang kekar itu menancap perlahan-lahan di dalam vaginaku. Aku memejamkan mata, meringis, dan merintih menahan rasa perih akibat gesekan benda itu pada milikku yang masih sempit, sampai mataku berair. Penisnya susah sekali menerobos vaginaku yang baru pertama kalinya dimasuki yang sebesar itu (milik teman-temanku tidak seperkasa yang satu ini) walaupun sudah dilumasi oleh lendirku.
Toha memaksanya perlahan-lahan untuk memasukinya. Baru kepalanya saja yang masuk aku sudah kesakitan setengah mati dan merintih seperti mau disembelih. Ternyata si Toha lihai juga, dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit kalau terhambat ditariknya lalu dimasukkan lagi.
Kini dia sudah berhasil memasukkan setengah bagiannya dan mulai memompanya walaupun belum masuk semua. Rintihanku mulai berubah jadi desahan nikmat. Penisnya menggesek dinding-dinding vaginaku, semakin cepat dan semakin dalam, saking keenakannya dia tak sadar penisnya ditekan hingga masuk semua. “Cerita Sex Terbaru”
Ini membuatku merasa sakit bukan capital dan aku menyuruhnya berhenti sebentar, namun Toha yang sudah kalap ini tidak mendengarkanku, malahan dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat. Aku dibuatnya serasa terbang ke awang-awang, rasa perih dan nikmat bercampur baur dalam desahan dan gelinjang tubuh kami.
“Oohh.. Non Citra, sayang.. sempit banget.. memekmu.. enaknya!” ceracaunya di tengah aktivitasnya.
Dengan tetap menggenjot, dia melepaskan kaosnya dan melemparnya. Sungguh tubuhnya seperti yang kubayangkan, begitu berisi dan jantan, otot-ototnya membentuk dengan indah, juga otot perutnya yang seperti kotak-kotak.
Dari posisi berlutut, dia mencondongkan tubuhnya ke depan dan menindihku, aku merasa hangat dan nyaman di pelukannya, bau badannya yang khas laki-laki meningkatkan birahiku. Kembali dia melancarkan pompaannya terhadapku, kali ini ditambah lagi dengan cupangan pada leher dan pundakku sambil meremas payudaraku.
Genjotannya semakin kuat dan bertenaga, terkadang diselingi dengan gerakan memutar yang membuat vaginaku terasa diobok-obok.
“Ahh.. aahh.. yeahh, terus entot gua Bang” desahku dengan mempererat pelukanku. “Cerita Sex Terbaru”
Aku mencapai orgasme dalam 20 menit dengan posisi seperti ini, aku melepaskan perasaan itu dengan melolong panjang, tubuhku mengejang dengan dahsyat, kukuku sampai menggores punggungnya, cairan kenikmatanku mengalir deras seperti mata air.
Setelah gelombang birahi mulai mereda dia mengelus rambut panjangku seraya berkata, “Non cantik banget waktu keluar tadi, tapi Non pasti lebih cantik lagi kalau telanjang, saya bukain bajunya yah Non, udah basah gini”.
Aku cuma bisa mengangguk dengan nafas tersenggal-senggal tanda setuju. Memang badanku sudah basah berkeringat sampai baju seragamku seperti kehujanan, apalagi AC-nya tidak kunyalakan. Toha meloloskan pakaianku satu persatu, yang terakhir adalah rok abu-abuku yang dia turunkan lewat kakiku, hingga kini yang tersisa hanya sepasang anting di telingaku dan sebuah cincin yang melingkar di jariku.
Dia menelan ludah menatapi tubuhku yang sudah polos, butir-butir keringat nampak di tubuhku, rambutku yang terurai sudah kusut. Tak henti-hentinya di memuji keindahan tubuhku yang bersih terawat ini sambil menggerayanginya.
Kemudian dia balikkan tubuhku dan menyuruhku menunggingkan pantat. Akupun mengangkat pantatku memamerkan vaginaku yang merah merekah di hadapan wajahnya. Toha mendekatkan wajahnya ke sana dan menciumi kedua bongkahan pantatku, dengan gemas dia menjilat dan mengisap kulit pantatku, sementara tangannya membelai-belai punggung dan pahaku.
Mulutnya terus merambat ke arah selangkangan. Aku mendesis merasakan sensasi seperti kesetrum waktu lidahnya menyapu naik dari vagina sampai anusku. Kedua jarinya kurasakan membuka kedua bibir vaginaku, dengusan nafasnya mulai terasa di sana lantas dia julurkan lidahnya dan memasukkannya disana.


Saya mendesah semakin tidak karuan, badanku menggelinjang, wajahku kubenamkan ke bantal serta menggigitnya, pinggulku kugerak-gerakkan juga sebagai ekspresi rasa nikmat.
Di tengah-tengah desahan nikmat mendadak kurasakan kok lidahnya beralih jadi keras serta besar juga. Saya melihat ke belakang, nyatanya yang tergesek-gesek disana bukanlah lidahnya lagi namun kepala penisnya.
Saya menahan nafas sembari menggigit bibir rasakan kejantanannya menyeruak masuk. Saya rasakan rongga kemaluanku hangat serta penuh oleh penisnya. Urat-urat batangnya sangatlah merasa pada dinding kemaluanku.
“Oouuhh.. Bang! ” tersebut yang keluar dari mulutku dengan sedikit bergetar waktu penisnya amblas ke dalamku.
Dia mulai mengayunkan pinggulnya awal mula lembut serta memiliki irama, tetapi makin absolutist frekwensinya makin cepat serta keras. Saya mulai menggila, suaraku terdengar keras sekali beradu dengan erangannya serta deritan ranjang yang bergoyang.
Dia mencengkramkan ke-2 tangannya pada payudaraku, merasa sedikit kukunya disana, namun itu cuma perasaan kecil saja di banding sensasi yang tengah melandaku. Hujaman-hujaman yang diberikannya menyebabkan perasaan nikmat ke semua badanku. 





Saya menjerit kecil saat mendadak dia tarik rambutku serta tangan kanannya yang bercokol di payudaraku juga turut menarikku ke belakang. Rupanya dia mau menambahku ke pangkuannya. Setelah mencari posisi yang enak, kamipun melanjutkan permainan dengan posisi berpangkuan membelakanginya.
Saya mengangkat ke-2 tanganku serta memutari lehernya, lantas dia melihatkan kepalaku supaya dapat melumat bibirku. Saya makin intens menaik-turunkan badanku sembari selalu berciuman dengan liar.
Tangannya dari belakang tidak henti-hentinya meremasi dadaku, putingku yang telah mengeras itu selalu saja dimain-mainkan. Gelinjang badanku semakin tidak teratasi lantaran terasa bakal selekasnya keluar, kugerakkan tubuhku sekuat tenaga hingga penis itu menusuk makin dalam.
Tahu saya telah diambang klimaks, mendadak dia melepas pelukannya serta berbaring telentang. Dimintanya saya membalikan tubuhku bertemu dengannya. Mesti kuakui dia sungguh hebat serta pintar mempermainkan nafsuku, saya telah dibuatnya sekian kali orgasme, namun dia sendiri masih tetap perkasa.
Dia biarlah saya mencari kepuasanku sendiri dalam style woman on top. Nampaknya dia sangatlah suka melihat payudaraku yang bergoyang-goyang selaras badanku yang naik turun. Sebagian menit dalam posisi sekian dia menggulingkan badannya ke samping hingga saya kembali ada dibawah.
Genjotan serta dengusannya makin keras, mengisyaratkan dia bakal selekasnya meraih klimaks, hal yang sama saja kurasakan pada diriku. Otot-otot kemaluanku berkontraksi makin cepat meremas-remas penisnya.
Pada detik-detik meraih puncak badanku mengejang hebat diiringi teriakan panjang. Cairan cintaku seperti juga keringatku mengalir dengan derasnya menyebabkan nada kecipak. 






Toha sendiri telah mulai orgasme, dia mendesah-desah menyebutkan namaku, penisnya merasa semakun berdenyut serta ukurannya juga semakin membengkak, serta pada akhirnya.. dengan berangan panjang dia cabut penisnya dari vaginaku.
Isi penisnya yang seperti susu kental manis itu dia tumpahkan diatas dada serta perutku. Sesudah merampungkan hajatnya dia segera terkulai lemas di samping badanku yang berlumuran sperma serta keringat.
Saya yang juga telah KO cuma dapat berbaring diatas ranjang yang seprei nya telah berantakan, mataku terpejam, buah dadaku naik turun bersamaan nafasku yang ngos-ngosan, pahaku masih tetap mekangkang, celah vaginaku terasanya terbuka lebih lebar dari umumnya.
Dengan sisa-sisa tenaga, kucoba mengusap ceceran sperma di dadaku, lantas kujilati maninya dijari-jariku.
Mulai sejak waktu itu, Toha kerap memintaku melayaninya kapanpun serta dimana saja ada peluang. Saat mengantar-jemputku sering dia menyuruhku mengoralnya.
Nampaknya dia telah ketagihan serta lupa bahwa saya ini nona majikannya, pikirkan saja kadang-kadang waktu saya tengah tak ‘mood’ juga dia memaksaku. Bahkan juga pernah satu saat saya tengah mencicil belajar mendekati Ebtanas yang telah 2 minggu lagi, mendadak dia mendatangiku di kamarku (waktu itu telah nyaris jam 12 malam serta ortuku telah tidur),
Lantaran lagi belajar saya menampiknya, namun karena sangat nafsunya dia nekad memperkosaku hingga dasterku sedikit robek, untung kamar ortuku letaknya agak berjauhan dariku. Walau demikian saya senantiasa mengingatkannya supaya melindungi sikap di depan orang lain, terlebih ortuku serta lebih waspada bila saya tengah subur dengan menggunakan kondom atau buang diluar.
Tiga bln. lalu Toha berhenti kerja lantaran mau mengikuti istrinya yang TKW di Timur Tengah, lagipula saat itu saya telah lulus SMA serta telah diperbolehkan untuk membawa mobil sendiri .






Tidak ada komentar:

Posting Komentar